Search

Bachtiar Nasir: Semua Konten Kekerasan di Video dan Game Berbahaya

JAKARTA, iNews.id - Imbauan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) agar masyarakat tidak menyebarluaskan konten video kekerasan dalam aksi terorisme di Selandia Baru menuai respons positif. Namun, imbauan tersebut diharapakan tidak berhenti pada kasus penembakan terhadap kaum muslim di Selandia Baru saja.  

Pimpinan Arrahman Quranic Learning (AQL), KH Bachtiar Nasir mengatakan, imbauan tersebut sangat positif terutama bagi kalangan anak-anak dan remaja. Pasalnya, apa yang ditunjukkan dalam aksi teror kepada warga muslim seusai Salat Jumat di Selandia Baru, kemarin, rentan menimbulkan kesalahpahaman atau aksi serupa. 

"Bagi pihak yang tidak bisa menahan diri ini sangat rentan terjadi kesalahpahaman. Namun, ada yang lebih berbahaya bagi anak-anak dan kaum remaja, yaitu game dan tontonan kekerasan lewat video," ungkap Bachtiar melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (16/3/2019).  

Menurut dia, bukan hanya tugas pemerintah memberikan edukasi agar anak-anak dan kaum remaja tidak terpapar konten kekerasan pada video atau game, melanikan orang tua juga harus peduli. Anak-anak dan remaja yang terbiasa terpapar konten negatif tersebut, bukan tidak mungkin akan menganggap tindakan kekerasan di lingkungannya sebagai hal lumrah.  

BACA JUGA: Pelaku Penembakan Masjid Selandia Baru Hadapi Tuntutan Pembunuhan

"Kita tentu mendorong agar Kemenkominfo ikut mengambil bagian terkait masalah tersebut. Apa yang dipertontonkan dalam aksi terorisme di Selandia Baru itu sama persis dengan konten-konten kekerasan yang setiap hari menjadi konsumsi anak-anak dan remaja lewat game dan tayangan video," kata Sekretaris Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) itu. 

Kemkominfo sebelumnya meminta agar masyarakat dan netizen tidak menyebarkan konten kekerasan terkait penembakan brutal terhadap umat Islam saat Salat Jumat di Masjid Al Noor, Deans Ave, Selandia Baru, kemarin. Masyarakat diminta tak menyebarluaskan foto, gambar, atau video yang berkaitan dengan aksi kekerasan berupa penembakan biadab yang menewaskan lebih dari 40 warga muslim.  

“Kementerian Kominfo mendorong agar masyarakat memperhatikan dampak penyebaran konten berupa foto, gambar atau video yang dapat memberi oksigen bagi tujuan aksi kekerasan, yaitu membuat ketakutan di masyarakat, “ujar, Ferdinandus Setu, Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo dalam pernyaan persnya, Jumat (15/3/2019).

Editor : Ahmad Islamy Jamil

Let's block ads! (Why?)



https://ift.tt/2UCFrux
March 16, 2019 at 03:57PM

Bagikan Berita Ini

Related Posts :

0 Response to "Bachtiar Nasir: Semua Konten Kekerasan di Video dan Game Berbahaya"

Post a Comment

Powered by Blogger.