
JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo mengatakan peringatan hari Nuzulul Quran memiliki makna berlipat ganda bagi bangsa Indonesia saat ini.
Menurut Jokowi, peringatan malam turunnya kita suci umat Islam itu diharapkan menjadi inspirasi meneguhkan persatuan bangsa, menahan ego kelompok serta memperkuat semangat kebangsaan.
"Tak hanya bermakna keagamaan, namun juga bermakna kebangsaan yang besar. Tidak hanya meningkatkan pemahaman, namun mengamalkan persatuan bangsa sebagai bagian dari iman," kata Presiden Jokowi dalam sambutan Peringatan Nuzulul Quran 1440 H/ 2019 M Tingkat Nasional di Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/5/2019) malam.
Peringatan itu mengundang sebanyak 558 orang dari sejumlah kementerian dan lembaga serta siswa sekolah dengan mengangkat tema "Kebersamaan dalam Keberagaman Perspektif Alquran".
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengajak masyarakat yang memperingati Nuzulul Quran untuk menciptakan kebaikan dan membangun tatanan sosial yang rukun, damai serta mampu meningkatkan kesejahteraan.
"Maka hari ini kita memperingati Nuzulul Quran, kita sedang memperingati kenabian Rasulullah SAW yang berhasil membangun tatanan sosial yang berhasil menyatukan suku bangsa yang berbeda-beda, yang berhasil mengangkat derajat manusia dari zaman jahiliyah menuju zaman beradab," kata Presiden.
Sementara itu, Ketua Umum Organisasi Internasional Alumni Al Azhar Cabang Indonesia, TGB Zainul Majdi dalam tausiahnya mengatakan, peringatan malam turunnya kitab suci umat Islam di Indonesia itu dikhususkan dengan dilaksanakannya di Istana Negara.
Dia menjelaskan konsep umat yang terdiri dari kemanusiaan, ketuhanan, kebangsaan dan nilai-nilai mulia. "Insya Allah Indonesia dengan umatnya yang namanya bangsa Indonesia ini adalah satu umat yang sesuai dengan konsep Rasulullah SAW dan juga sesuai dengan konsep yang ada dalam Alquran," ujar Zainul.
Mantan Gubernur NTB itu menambahkan, berbagai suku bangsa yang ada di Indonesia turut serta dalam membangun bangsa.
"Semuanya berperan membangun Indonesia. Bahkan yang dari keturunan Arab yang baik-baik juga banyak ikut juga membangun Indonesia. Keturunan India juga ikut membangun Indonesia," ungkap TGB.
Dia menjelaskan, peran para ulama yang belajar di Tanah Suci Mekkah juga belajar tidak hanya ilmu agama, tetapi juga ilmu kebangsaan untuk pembangunan di Tanah Air.
Zainul mengajak seluruh umat muslim untuk melakukan cara yang baik dalam membangun Indonesia ditengah keragaman khasanah budaya bangsa.
"Maka di Indonesia ini Alhamdulillah sekali lagi walau bukan negara agama, tetapi konsep dasar yang menjadi basis dalam interaksi sosial itu konsep umat Alhamdulillah terimplementasi dengan baik di Indonesia," demikian TGB Zainul.
Editor : Kastolani Marzuki
http://bit.ly/2M0ijGs
May 22, 2019 at 07:45AM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Peringati Nuzulul Quran di Istana, Jokowi Ajak Masyarakat Ciptakan Kebaikan"
Post a Comment