
PARIS, iNews.id - Airbus menjual 300 pesawat senilai 34 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp482,22 triliun ke China. Langkah itu bertepatan dengan kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Prancis.
Kesepakatan itu menjadikan Airbus mampu mengimbangi rival utamanya dari AS, Boeing, dalam pencatatan rekor penjualan pesawat.
Perjanjian penjualan antara Airbus dan agen pembelian Pemerintah China, Aviation Supplies Holding Company, termasuk pembelian 290 armada A320 dan 10 pesawat berbadan besar A350.
Para pejabat Prancis menyatakan nilai transaksi 30 miliar euro sesuai dengan harga katalog. China diperkirakan akan mendapatkan diskon besar. Transaksi itu lebih besar dibandingkan perkiraan sebelumnya.
"Kesimpulan kontrak penjualan besar yang besar ini menjadi langkah ke depan dan sinyal baik dalam konteks saat ini,” kata Presiden Prancis Emmanuel Macron, saat jumpa pers dengan Presiden China Xi Jinping, seperti dilaporkan Reuters, Rabu (27/3/2019).
Saat ditanya negosiasi penjualan pesawat merupakan hasil dari kesalahan Boeing, Presiden Pesawat Komersial Airbus Guillaume Faury mengabaikan hal itu.
"Ini merupakan kerja sama jangka panjang dengan mitra kami yang sudah berlangsung lama. Ini juga menjadi sinyal kuat kepercayaan diri,” kata Faury.
Dia mengungkapkan, Airbus mendapatkan penghargaan atas pembelian pesawat dalam jumlah besar. Airbus siap mendukung pertumbuhan penerbangan sipil China dengan pesawat berbadan kecil dan besar.
"Perluasan jejak kami di China menunjukkan kepercayaan pasar China dan komitmen kami terhadap China dan mitra kami," ujarnya.
China memang menjadi andalan utama Airbus. Apalagi bisnis pariwisata dan penerbangan di China juga berkembang sangat pesat.
China merupakan negara pertama yang mengandangkan pesawat Boeing 737 Max pada bulan ini menyusul kecelakaan Ethiopian Airlines. Langkah itu diikuti berbagai regulator penerbangan di seluruh dunia.
"Airbus memiliki pesawat A320 yang memiliki model sama seperti Boeing 737 Max," ujar Ellis Taylor, pengamat dari firma intelijen penerbangan FlightGlobal, dikutip CNN.
"Sebagian besar maskapai memesan Max akan tetap melanjutkan pembelian. Namun, mereka harus berinvestasi dalam infrastruktur dan pelatihan untuk mendukung jet tersebut. Jika mereka harus mengalihkan pembelian ke Airbus, mereka harus membutuhkan biaya yang besar,” kata Taylor.
Sementara itu, saham Airbus kemarin naik tajam sekitar 1,9 persen setelah pengumuman transaksi dengan China. Sebelumnya, pada Februari lalu, Airbus akan menghentikan produksi pesawat superjumbo A380 karena penurunan pesanan dari banyak maskapai.
Pesawat terbesar di dunia yang memiliki dua dek kabin yang menampung 544 penumpang dengan desain standar memang didesain untuk menantang pesawat legendaris Boeing 747.
A380 terakhir akan dikirim ke maskapai pada 2021. Hingga 2021, Airbus hanya akan memproduksi 17 armada A380, termasuk 14 untuk Emirates dan tiga untuk maskapai ANA dari Jepang.
Editor : Nathania Riris Michico
https://ift.tt/2CGMOKv
March 27, 2019 at 03:35PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "China Beli 300 Pesawat Airbus Senilai Rp482 Triliun"
Post a Comment