Search

Suriah Desak DK PBB Gelar Pertemuan Bahas Pengakuan AS soal Golan

NEW YORK, iNews.id - Pemerintah Suriah mendesak Dewan Keamanan (DK) PBB menggelar pertemuan mendesak untuk membahas sikap Amerika Serikat (AS) yang mengakui daerah pendudukan Dataran Tinggi Golan sebagai milik Israel.

Pada Senin lalu Presiden Donald Trump meneken dekrit yang isinya AS mengakui pencaplokan Israel atas Dataran Tinggi Golan. Padahal, resolusi PBB justru mengamanatkan Israel untuk meninggalkan daerah strategis itu.

Dalam suratnya, seperti dikutip dari AFP, Rabu (27/3/2019), perwakilan Suriah di PBB meminta presiden DK yang kini dijabat Prancis untuk mengagendakan pertemuan mendesak, membahas situasi di daerah pendudukan Golan serta pelanggaran atas resolusi DK PBB yang dilakukan AS sebagai anggota tetap.

Namun Prancis tak bisa langsung merespons permintaan tersebut. Para diplomat Prancis mengatakan akan mengadakan diskusi terlebih dulu.

Sebelum Trump memproklamirkan Dataran Tinggi Golan milik Israel, Suriah telah mengirim surat yang isinya mendesak DK untuk menegakkan resolusi, menuntut Israel menarik diri dari daerah itu.

DK dijadwalkan membahas krisis terbaru ini pada Rabu. Pertemuan itu membahas perbaruan mandat pasukan penjaga perdamaian PBB, UNDOF, yang ditugaskan menjaga wilayah antara Israel dan Suriah tersebut.

Lima negara Eropa anggota tetap dan tidak tetap DK PBB sebelumnya menolak keputusan Trump dan mengungkapkan keprihatinan atas langkah itu karena akan berdampak luas di Timur Tengah.

Dua sekutu terdekat AS, yakni Inggris dan Prancis, bersama dengan Belgia, Jerman, dan Polandia menegaskan bahwa posisi Eropa tidak akan berubah, yakni Dataran Tinggi Golan tetap menjadi wilayah Suriah yang diduduki Israel, sebagaimana isi hukum internasional yang diabadikan dalam resolusi PBB.

Tiga resolusi DK PBB menyerukan agar Israel mundur dari Golan. Israel menyerang Golan dalam Perang Enam Hari pada 1967 lalu mencaploknya pada 1981, suatu langkah yang tidak pernah diakui secara internasional.

Sementara itu kelompok gerakan Syiah Lebanon, Hizbullah, yang juga sekutu penting Suriah, menyerukan perlawanan atas keputusan AS itu.

Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah mengatakan, satu-satunya pilihan yang tersisa bagi Suriah untuk mengambil kembali tanah mereka, termasuk rakyat Palestina, adalah dengan perlawanan.

Dia menggambarkan langkah Trump sebagai titik balik penting dalam sejarah konflik Arab-Israel.

"(Keputusan Trump) Memberikan pukulan telak pada apa yang disebut dengan proses perdamaian di kawasan, yang dibangun di atas (konsep) tanah dengan imbalan perdamaian," kata Nasrallah, dalam pidato yang disiarkan televisi nasional.

Dia juga menyerukan kepada Liga Arab untuk mengambil sikap dalam pertemuan puncak yang digelar pada akhir bulan ini di Tunis. Desakan itu disampaikan meski Liga Arab mendepak keanggotaan Suriah atas tuduhan pembantaian muslim Sunni.

Editor : Anton Suhartono

Let's block ads! (Why?)



https://ift.tt/2TEL8Hc
March 27, 2019 at 08:00PM

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Suriah Desak DK PBB Gelar Pertemuan Bahas Pengakuan AS soal Golan"

Post a Comment

Powered by Blogger.