Search

AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Iran, Turki dan Uni Emirat Arab

WASHINGTON, iNews.id - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi-sanksi baru terhadap 25 orang dan lembaga di Iran, Turki, serta Uni Emirat Arab. Mereka dituduh melakukan pencucian uang bernilai lebih dari satu miliar dollar dan euro, yang kemudian digunakan oleh Garda Revolusi Iran dan Departemen Pertahanan Iran untuk menyokong serangan teroris di Timur Tengah.

"Amerika mengincar jaringan luas perusahaan dan perorangan di tiga negara yang memanfaatkan sistem keuangan internasional guna menghindari sanksi-sanksi Amerika, dan menggunakan dananya untuk mendanai aksi teror dan mengganggu stabilitas di Timur Tengah," kata Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, seperti dilaporkan Associated Press, Rabu (27/3/2019).

Wakil Menteri Keuangan Urusan Intelijen dan Terorisme, Sigal Mandelker, mengatakan Bank Ansar yang mendanai kegiatan Garda Revolusi, menggunakan berbagai lapisan entitas untuk menukar mata uang rial dengan dollar dan euro bagi para pejabat Garda Revolusi dan Kementerian Pertahanan dan bagian logistik Angkatan Bersenjata Iran.

"Jaringan yang luas ini hanyalah satu contoh terbaru dari usaha Iran untuk memanfaatkan sistem keuangan global dan mengalihkan sumber-sumber dana entitas yang terkena sanksi," kata Mandelker.

"Ini juga membuat masyarakat keuangan internasional menghadapi risiko beroperasi dalam perekonomian Iran," tambahnya.

Pemerintah AS mengklaim bahwa untuk mendapat dana bagi Bank Ansar, Garda Revolusi Iran, Kementerian Pertahanan Iran, dan Ansar Exchange menggunakan sejumlah perusahaan cangkang dan agen-agennya di Turki dan Uni Emirat Arab.

Menurut Departemen Keuangan AS, dalam satu setengah tahun terakhir, perusahaan Sekan General Trading, Lebra Moon Trading, dan Naria General Trading di Uni Emirat Arab; serta Hital exchange di Iran menyediakan dana 800 juta dollar bagi Ansar Exchange.

Selain itu, perusahaan Atlas Doviz di Turki bertindak sebagai rekanan mata uang asing bagi Ansar Exchange.

Kementerian Pertahanan dan bagian Logistik Angkatan Bersenjata Iran juga disebut mengawasi program misil Iran, termasuk yang digunakan pejuang Houthi di Yaman yang bertempur melawan pasukan koalisi yang didukung AS.

Selain itu, Departemen Keuangan AS juga menarget delapan orang pejabat badan-badan keuangan yang dianggap terlibat usaha mendanai Garda Revolusi dan Kementerian Pertahanan Iran.

Editor : Nathania Riris Michico

Let's block ads! (Why?)



https://ift.tt/2FEGkhn
March 27, 2019 at 07:34PM

Bagikan Berita Ini

0 Response to "AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Iran, Turki dan Uni Emirat Arab"

Post a Comment

Powered by Blogger.