Search

BKPM Ungkap Dampak Investasi yang Terpusat di Pulau Jawa

JAKARTA, iNews.id - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menemukan 58 persen investasi masih berfokus di Pulau Jawa. Sementara sisanya tersebar di berbagai pulau lainnya termasuk pulau-pulau di Indonesia Timur.

Direktur Deregulasi Penanaman Modal BKPM Yuliot berkomitmen mendorong pemerataan investasi di seluruh daerah di Indonesia. Hal ini agar pembangunan dan peningkatan ekonomi semakin masif di daerah-daerah.

"Kita juga mendorong itu adanya pemerataan kegiatan investasi ini kan sekitar 58 persen kegiatan investasi itu kan ada di Pulau Jawa. Jadi sementara provinsi-provinsi lain ini kan kebagian relatif sedikit," ujarnya di kantornya, Jakarta, Rabu (6/3/2019).

Dengan meratanya investasi, tentu tidak ada ketimpangan dalam pembangunan dan perekonomian yang hanya bersentral di Pulau Jawa saja. Dengan demikian, masyarakat di daerah terpencil pun bisa merasakan kesejahteraan sama dengan masyarakat di Pulau Jawa.

"Jangan sampai adanya ketimpangan kegiatan investasi kalau ada ketimpangan investasi, berarti kan juga ada ketimpangan pembangunan ekonomi di daerah, ini yang menjadi konsentrasi kita," ujarnya.

Selain membangun infrastruktur hingga ke daerah terpencil, pemerintah juga mengeluarkan beberapa kebijakan yang akan mempermudah laju distribusi investasi. Contohnya seperti kebijakan mini tax holiday yang membebaskan pajak penghasilan bagi invetasi bernilai di bawah Rp1 miliar selama jangka waktu tertentu.

Namun sayangnya, kebijakan tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal oleh kalangan pengusaha di daerah. Padahal, kebijakan ini sangat membantu pengusaha untuk mengembangkan usahanya tanpa dibebani oleh pajak penghasilan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, infrastruktur merupakan modal yang harus dimiliki untuk meningkatkan perekonomian. Untuk itu, sejak 2014 pemerintah membangun infrastruktur secara besar-besaran.

"Jadi namanya infrastruktur adalah basis untuk naikkan kapasitas produksi basis untuk undang investasi," ujarnya saat Talkshow Outlook Perekonomian Indonesia 2019 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Menurutnya, jika Indonesia memiliki infrastruktur yang memadai dapat meningkatkan kepercayaan investor. Dengan demikian, investor tidak ragu untuk menanamkan dananya di Indonesia.

Editor : Ranto Rajagukguk

Let's block ads! (Why?)



https://ift.tt/2IW1NWN
March 07, 2019 at 12:59AM

Bagikan Berita Ini

0 Response to "BKPM Ungkap Dampak Investasi yang Terpusat di Pulau Jawa"

Post a Comment

Powered by Blogger.