Search

Perjanjian IA-CEPA Dinilai Akan Perbaiki Neraca Dagang RI

JAKARTA, iNews.id - Indonesia dan Australia resmi menandantangani perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif (comprehensive economic partnership agreement/CEPA). Perjanjian ini kemudian mengeliminasi 100 persen tarif barang asal Indonesia ke Australia dan 94 persen tarif barang dari Australia ke Indonesia.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Indonesia (UI), Fithra Faisal, menilai kerja sama ini akan akan menguntungkan bagi Indonesja. Pasalnya, kerja sama ini diproyeksikan mampu memaksimalkan potensi dagang dengan Australia, yang merupakan mitra bersifat non-tradisional.

"Berdasarkan kajian yang pernah kami lakukan dari LPM FEB UI, kita melihat mitra potensial yang sifatnya non tradisional. Nah oleh karena itu kalau kita melihat Australia, seperti suatu breakhthrough potensial," ujar Fithra saat dihubungi iNews.id, Rabu (5/3/2019).

Tahun lalu, transaksi dagang nonmigas bilateral Indonesia dengan Australia mencatatkan defisit sebesar 3 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Adapun rinciannya, ekspor nonmigas sebesar 2,16 miliar dolar AS dan impor sebesar 5,16 miliar dolar AS.

Dengan adanya perjanjian ini, Fithra bahwa defisit transaksi dagang dapat diperkecil. Bahkan, juga mampu mengantisipasi defisit neraca dagang secara umum.

"Ke depan, potensi defisit (bilateral) akan menipis. Ini juga turut membantu kedepannya mengantisipasi trade balance secara umum," ujar Fithra.

Fithra menilai dengan kerja sama ini juga akan menumbuhkan ekspor nasional secara signifikan. Meskipun begitu, ia belum mengetahui pasti berapa angka pertumbuhan dari perjanjian ini.

"Kerja sama ini juga akan menumbuhkan investasi yang signifikan dan juga penciptaan lapangan kerja," ujarnya.

Indonesia dan Australia resmi menandantangani perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif (comprehensive economic partnership agreement/CEPA). Kerja sama diharapkan bisa meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi kedua negara.

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia, Simon Birmingham. Area kerja sama mencakup berbagai bidang mulai dari peternakan hingga pendidikan dan mobil hingga tekstil.

"Penandatanganan ini adalah momen yang sangat berharga, karena setelah sembilan tahun melakukan perundingan, akhirnya Indonesia-Australia CEPA bisa ditandatangani," kata Enggar di Jakarta, Senin (4/3/2019).

Editor : Ranto Rajagukguk

Let's block ads! (Why?)



https://ift.tt/2C3XNxk
March 06, 2019 at 04:56AM

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Perjanjian IA-CEPA Dinilai Akan Perbaiki Neraca Dagang RI"

Post a Comment

Powered by Blogger.