Search

Kebanjiran di Lahan Pertanian, Pemda Diminta Jadi Garda Paling Depan

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pertanian (Kementan) mengapresiasi Pemerintah Daerah (Pemda)  yang sigap dalam menangani banjir di lahan pertanian. Selain penanganan banjir yang cepat, bantuan benih dan asuransi pertanian juga membuat para petani bisa bernapas lega.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Sarwo Edhy menjelaskan, pemerintah pusat juga akan memberikan bantuan bagi para petani yang sawahnya terdampak banjir. Bantuan itu terbagi menjadi dua kategori, yakni sawah dengan asuransi tani dan sawah tanpa asuransi tani.

“Bagi petani yang sawahnya memiliki asuransi tani, pemerintah akan memberikan kompensasi senilai Rp 6 juta per hektare. Sementara untuk petani yang sawahnya tidak memiliki asuransi tani, hanya akan diusulkan pemberian bibit gratis,” ujar Sarwo Edhy, Rabu (20/3/2019).

Dia menjelaskan, kalkulasi kompensasi asuransi itu sudah diperhitungkan dan diperkiran cukup bagi petani untuk melakukan budi daya lahannya mulai dari pengolahan lahan, membeli benih, dan juga pupuk.

"Mengingat cuaca yang tidak menentu, kami terus dorong petani mengasuransikan lahannya sebelum tanam. Ini agar lebih aman dan nyaman dalam usaha taninya," kata Sarwo Edhy.

Dia menjelaskan, banjir yang menerjang lahan persawahan di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, belum mengganggu aktivitas pertanian. Sejumlah daerah melaporkan sudah mulai panen.

"Itulah pentingnya mekanisasi pertanian. Kita harus siap selalu pompa air apabila terjadi banjir atau kekeringan," ujarnya.

Diketahui, sebanyak 1.874 hektare (ha) tanaman di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, rusak akibat terendam banjir pada Minggu, 17 Maret 2019 lalu. Pemprov Jawa Tengah pun bergerak cepat, dengan menyiapkan fasilitas asuransi untuk pertanian yang gagal panen atau puso.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Suryo Banendro, mengatakan, setelah banjir yang menerjang di kabupaten selatan Jateng itu, pemerintah mendata jumlah sawah yang terendam. Banjir itu merendam ribuan hektare tanaman padi di delapan kecamatan.

"Beberapa di antaranya terancam gagal panen atau puso karena padi yang terendam banjir berusia 75 hari hingga menjelang panen. Kondisinya juga bervariasi, ada padi yang hanyut karena derasnya banjir sebanyak 7,5 hektare, ada pula yang roboh sampai 2,5 hektare," kata Suryo,

Suryo menjelaskan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi persoalan itu. Untuk tanaman padi yang gagal panen atau puso, Pemprov Jateng menyiapkan asuransi yang ditanggung oleh APBD maupun APBN.

"Semua sudah kami siapkan, alokasinya sudah ada, tinggal mengajukan. Saat ini masih dilakukan pendataan dan verifikasi oleh teman-teman di Kabupaten. Nantinya para petani yang mengalami puso akan mendapat asuransi sebesar Rp 6 juta," ujarnya.

Editor : Ranto Rajagukguk

Let's block ads! (Why?)



https://ift.tt/2ujxq24
March 21, 2019 at 05:22AM

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Kebanjiran di Lahan Pertanian, Pemda Diminta Jadi Garda Paling Depan"

Post a Comment

Powered by Blogger.