
YANGON, iNews.id - Sembilan polisi Myanmar tewas dalam serangan kelompok militan di Negara Bagian Rakhine, Sabtu (9/3/2019).
Sejauh ini belum diketahui siapa yang melakukan serangan. Namun polisi di Rakhine kini tak hanya berperang menghadapi militan muslim Arakan Army (AA) yang berjuang memisahkan diri dari Myanmar, tapi juga kelompok Budha.
Rakhine Budha merupakan kelompok yang ikut membantu tentara Myanmar menyerang dan mengusir muslim etnis Rohingya.
Serangan terbaru ini terjadi pada Sabtu malam di Desa Yoetayoke, sebelah utara ibu kota negara bagian Rakhine, Sittwe.
"Sembilan polisi tewas, satu terluka dan satu lainnya hilang," kata seorang perwira polisi senior, dikutip dari AFP, Minggu (10/3/2019).
Para pelaku juga merampas senjata dari kantor polisi.
Belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab, AA belum memberikan pernyataan.
Militer Myanmar mengerahkan ribuan personel untuk menyerang basis posisi AA menggunakan artileri berat. Namun serangan-serangan balasan masih saja terjadi.
Di sisi lain, kekerasan yang dilakukan militer terhadap warga Rohingya justru memberikan dukungan luas bagi perjuangan AA. Apalagi, etnis Rohingya mengalami diskriminasi oleh pemerintah pusat sejak puluhan tahun lalu. Mereka dianggap sebagai etnis tak diakui di Myanmar oleh karena itu warganya tak diberi status kewarganegaraan.
Sekitar 100 pejabat pemerintah lokal mengundurkan diri bulan ini sebagai protes atas penangkapan empat rekan mereka atas tuduhan memiliki hubungan dengan AA.
Dukungan seperti ini yang membuat AA semakin berkembang sejak dibentuk pada 2009. Diperkirakan saat ini AA memiliki ribuan kombatan.
Editor : Anton Suhartono
https://ift.tt/2F1awTr
March 10, 2019 at 08:07PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "9 Polisi Myanmar Tewas Diserang Militan di Rakhine"
Post a Comment