Search

Sindir AS, China-Uni Eropa Kompak Serukan Pentingnya Multilateralisme

PARIS, iNews.id - Para pemimpin Uni Eropa bergabung dengan Presiden China Xi Jinping di Paris, Selasa (26/3), untuk menyerukan pentingnya multilateralisme guna menangani berbagai masalah, dari perdamaian dan keamanan hingga perubahan iklim dan perdagangan.

Pertemuan Paris dengan Presiden China Xi Jinping itu dilakukan menjelang KTT penting Uni Eropa-China pada 9 April. Dalam pertemuan itu, hadir beberapa pemimpin terkemuka blok tersebut, antara lain Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan Ketua Komisi Eropa Jean-Claude Juncker.

Dilaporkan VOA, Rabu (27/3/2019), dalam jumpa pers bersama setelah pertemuan, Macron menekankan apa yang digambarkannya sebagai area konvergensi antara Uni Eropa dan China, dua kekuatan ekonomi terbesar dunia.

Hal yang mereka bahas antara lain mengintensifkan perang melawan perubahan iklim, denuklirisasi semenanjung Korea, dan pembangunan serta keamanan di Afrika.

Menurut Macron, kedua pihak ingin membangun multilateralisme yang diperbarui lebih adil dan seimbang.

Sementara itu, Presiden Xi mengatakan dunia menghadapi tantangan besar; dan perdamaian serta pembangunan adalah kuncinya. Dia juga menyindir Amerika Serikat (AS), dengan menyebut ancaman proteksionisme dan unilateralisme makin meningkat.

Beberapa area yang ditekankan kedua pihak, termasuk dukungan Uni Eropa dan China bagi perjanjian iklim Paris dan kesepakatan nuklir Iran, bertentangan dengan sikap Presiden AS Donald Trump.

Kunjungan pemimpin China itu ke Prancis merupakan bagian terakhir dari lawatannya ke Eropa yang ditandai oleh kesepakatan bernilai miliaran dolar, termasuk pembelian dalam jumlah besar pesawat Airbus oleh China.

Sebelumnya di Roma, Italia menjadi negara G-7 pertama yang menandatangani inisiatif infrastruktur dan investasi global China yang ambisius, Belt and Road.

Namun, proyek itu kontroversial, dan menjadi salah satu bidang yang memecah Uni Eropa.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan Eropa ingin bergabung dalam rencana Belt and Road, namun menuntut timbal balik.

Lawatan Xi disambut beberapa demonstran hak asasi. Pengawas media Reporters Without Borders juga merilis laporan baru tentang dugaan upaya China membungkam kebebasan media di luar maupun di dalam negeri.

Direktur Reporters Without Borders Biro Asia Timur, Cedric Alviani mengatakan, inisiatif Belt and Road merupakan salah satu cara China menyebarkan tidak hanya ekonomi, tetapi juga pengaruh ideologisnya.

Editor : Nathania Riris Michico

Let's block ads! (Why?)



https://ift.tt/2CQimxV
March 27, 2019 at 06:03PM

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Sindir AS, China-Uni Eropa Kompak Serukan Pentingnya Multilateralisme"

Post a Comment

Powered by Blogger.