
KUALA LUMPUR, iNews.id - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyadari waktu hidupnya tak panjang lagi. Untuk itu dia akan menyelesaikan tugas-tugas sebagai perdana menteri dalam waktu cepat.
Pria berusia 93 tahun yang menyandang gelar kepala negara tertua di dunia itu dilantik sebagai perdana menteri untuk periode ketujuh pada tahun lalu, setelah koalisi Pakatan Harapan mengalahkan Barisan Nasional dalam pemilu.
"Saya beruntung bisa bertahan sejauh ini. Sebenarnya, saya seharusnya tidak menyaksikan apa yang terjadi dengan para pendahulu saya (mantan perdana menteri Najib Razak dan Ahmad Badawi), tetapi saya beruntung, dalam arti saya tidak hanya lebih tua, tetapi masih ada fungsinya," tutur Mahathir, dalam wawancara dengan Focus Malaysia, seperti dilaporkan kembali The Star, Sabtu (30/3/2019).
"Tapi saya sadar sudah sangat tua, semakin melemah, dan akan meninggal. Jadi, saya selalu terburu-buru. Orang lain sepertinya menganggap mudah, tapi saya terburu-buru karena sadar tidak punya banyak waktu lagi untuk melakukan segala hal yang diperlukan bagi negara ini," katanya.
Lebih lanjut Mahathir mengatakan akan melakukan yang terbaik di sisa masa jabatannya sebagai perdana menteri. Namun, jika diminta mundur, Mahathir menegaskan siap.
Seperti diketahui, ada kesepakatan di internal Pakatan Harapan bahwa Mahathir akan memberikan jabatannya kepada Anwar Ibrahim.
Menurut Mahathir, belum ada tanggal yang disepakati bagi dia untuk menyerahkan jabatan.
"Saya hanya diberitahu, dipilih untuk menjadi perdana menteri dari koalisi oposisi (sebelum Pakatan Harapan berkuasa), tapi mereka tidak secara spesifik menyebut kapan. Mereka mengatakan bahwa saya hanya sementara dan seseorang akan mengambil alih. Saya kira itu (pengalihan jabatan) mungkin jauh sebelum pemilihan berikutnya," ujarnya.
Sebelumnya Mahathir merasa dikekecewakan oleh putri Anwar Ibrahim, Nurul Izzah, karena disebut sebagai 'mantan diktator'.
Dalam wawancara dengan media Singapura, The Straits Times, Nurul mengungkapkan rasa sedihnya bekerja di bawah pemerintahan mantan diktator. Dia juga kecewa dengan kinerja koalisi Pakatan Harapan serta pemerintahan yang dianggapnya lamban.
Nurul juga mengungkap tentang ketegangan hubungan pribadinya dengan Mahathir, setelah dia memecat ayahnya sebagai wakil perdana menteri pada 1998 yang disusul dengan memenjarakannya terkait kasus sodomi.
Sekretaris Partai Pribumi Bersatu, partai yang didirikan Mahathir, Abu Bakar Yahya, menyebut pernyataan Nurul itu tidak dewasa, tidak rasional, dan emosional.
Abu Bakar mengatakan Nurul tak seharusnya membuat komentar negatif tentang Mahathir, apalagi disampaikan ke media Singapura.
Editor : Anton Suhartono
https://ift.tt/2YBEQfa
March 30, 2019 at 10:52PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Semakin Lemah dan Tua, Mahathir: Saya Tak Punya Banyak Waktu Lagi"
Post a Comment