
NEW YORK, iNews.id – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street dibuka naik tipis didukung penguatan saham Apple.
Mengutip CNBC, Kamis (21/3/2019), indeks Dow Jones Industrial Average diperdagangkan menguat 10 poin karena kenaikan 2 persen saham Apple mengimbangi penurunan JP Morgan Chase. Indeks S&P 500 naik kurang dari 0,1 persen, sementara indeks Nasdaq menguat 0,2 persen.
Saham Apple naik setelah Needham mengubah status emiten itu menjadi beli yang kuat. Kenaikan Apple menyebabkan saham ini menembus di atas MA 200 untuk pertama kalinya sejak November.
Pada Rabu, The Fed memperkirakan tidak menaikkan suku bunga sama sekali pada 2019. Bank sentral AS ini sebelumnya memprediksi setidaknya ada dua kenaikan suku bunga untuk tahun ini. The Fed menambahkan pihaknya akan mengakhiri proses pengurangan balance sheet pada akhir September. Namun, kondisi itu menandakan adanya pelemahan pertumbuhan ekonomi untuk 2019.
Imbal hasil obligasi AS turun tajam pada Rabu, dengan tenor 10 tahun mencapai level terendah dalam setahun. Imbal hasil diperdagangkan di 2,52 persen pada Kamis, sedangkan suku bunga jangka pendek 2 tahun bertahan di 2,4 persen.
Obligasi pemerintah AS dianggap sebagai investasi yang kurang berisiko terhadap ekuitas dan secara tradisional digunakan oleh investor untuk melakukan lindung nilai terhadap potensi perlambatan ekonomi.
Pergerakan di Wall Street hari ini terjadi setelah serangkaian komentar negatif dari perusahaan seperti FedEx, BMW dan UBS. Awal pekan ini, CFO FedEx Alan Graf mengatakan perlambatan kondisi ekonomi makro internasional dan tren pertumbuhan perdagangan global yang lebih lemah terus berlanjut.
Sementara itu, BMW mengatakan, mereka ingin memangkas 13,6 miliar dolar AS dalam biaya tahun ini, sementara UBS mencatat kinerja kuartal pertama bisa menjadi hal terburuk yang pernah ada.
Namun, kondisi ekonomi AS masih cukup baik jika dibandingkan negara-negara lian di dunia, kata Charlie Ripley, ahli strategi investasi senior di Allianz Investment Management.
Kinerja pasar saham pekan ini akan tertahan, dengan mayoritas indeks hanya naik tipis. Selain mencermati pengumuman Fed, investor juga mengawasi beragam berita di bidang perdagangan. Presiden Donald Trump mengatakan pada Rabu bahwa tarif impor Washington untuk Beijing dapat bertahan selama periode waktu yang substansial.
Editor : Ranto Rajagukguk
https://ift.tt/2WfMQjM
March 22, 2019 at 05:07AM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Saham Apple Melonjak, Wall Street Dibuka Menghijau"
Post a Comment