
CHRISTCHURCH, iNews.id - Toko yang menjual senjata kepada pelaku penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru, Gun City, buka suara menanggapi peristiwa yang terjadi pada Jumat pekan lalu.
Dia menolak bertanggung jawab atas penembakan brutal yang menewaskan 50 jamaah Salat Jumat itu.
Managing Director Gun City, David Tipple, mengakui telah menjual senjata kepada Brenton Tarrant, termasuk amunisinya.
"Kami tak mendedeteksi adanya perilaku luar biasa mengenai pemegang lisensi ini (Tarrant)," kata Tipple, dikutip dari AFP, Senin (18/3/2019).
Saat ditanya apakah dia merasa bertanggung jawab atas dampak dari senjata yang dijualnya kepada Tarrant, Tipple mengatakan, "Tidak, saya tidak bertanggung jawab."
Dia akan terus menjual senjata kepada siapa pun yang memiliki lisensi. Menurut dia, polisi lah yang seharusnya bertanggung jawab sebagai pihak yang memberikan lisensi.
Namun dia menepis bahwa senjata semi-otomatis bergaya militer (MSSA) yang digunakan Tarrant berasal dari tokonya.
"Kami tak menjual senapan yang digunakan saat penembakan. Saya menonton video, dan saya tahu persis dari mana didapat. Jika senjata itu punya nomor seri seperti yang saya perkirakan, maka itu bukan dari toko yang berafiliasi dengan Gun City," ujarnya.
Data terbaru mengungkap, kepolisian Selandia Baru menyetujui 99,6 persen dari sekitar 45.000 pemohon senjata pada 2017, tahun yang sama saat Tarrant juga mendapatkan.
Tarrant diketahui mendapat lisensi senjata Kategori A pada November 2017. Dia membeli empat pucuk senjata secara online dalam 4 bulan dari Gun City. Tipple mengatakan semua data terkait pembelian itu sudah diberikan ke polisi. Sedangkan satu senapan semi-otomatis bukan dari tokonya.
Editor : Anton Suhartono
https://ift.tt/2O88CmO
March 18, 2019 at 08:05PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Penjual Senjata Penembakan Masjid Selandia Baru Salahkan Polisi"
Post a Comment