Search

HT: RI Harus Aktif Ambil Bagian dalam Industri 4.0, tapi Hati-Hati

JAKARTA, iNews.id - Okezone.com merayakan eksistensinya yang ke-12 tahun. Dengan mengusung tema Kolaborasi Untuk Negeri, portal berita ini menyoroti tentang bagaimana menyikapi perkembangan industri 4.0 bagi industri dalam negeri.

Untuk itu, Okezone mengadakan Round table Discussion dalam acara ulang tahunnya. Forum diskusi ini akan menggali apa saja yang sudah disiapkan pemerintah dan bagaimana para pelaku industri memanfaatkan peluang ini.

Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) mengatakan, Indonesia harus berperan aktif dalam kemajuan teknologi di era revolusi industri 4.0 ini. Meski demikian, Indonesia juga harus berhati-hati agar industri 4.0 ini tidak mengganggu bisnis konvensional.

"Saya berpesan ini bagus bagaimana Indonesia aktif ambil bagian menjadi pelaku kemajuan teknologi. Tapi juga harus hati-hati karena 4.0 ini disebut sebagai disruption karena mengganggu konvensional bisnis," ujarnya di acara ulang tahun Okezone.com ke-12 di iNews Tower, Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Pasalnya, seperti diketahui perkembangan teknologi di era ini mampu menggeser bisnis-bisnis konvensional. Salah satunya, dengan adanya e-commerce, toko-toko ritel maupun shopping center satu per satu mulai menutup toko fisiknya karena konsumen beralih ke belanja online.

"Misalnya e-commerce itu banyak shopping center dan ritel yang kena. Ini kita perhatikan, makanya ritel banyak turun," kata dia.

Oleh karenanya, dia menekankan agar selain ikut berperan, Indonesia juga harus memerhatikan agar perkembangan industri ini tidak sampai menggerus industri skala kecil seperti Usaha Mikro Kecil dan Menengan (UMKM). Perkembangan ini justru harus bisa mendorong tumbuhnya industri UMKM.

Kemudian, industri 4.0 juga harus bisa menambah lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja di Indonesia yang terus bertambah setiap tahunnya. Selama ini, industri-industri yang ada belum mampu menampung semua tenaga kerja.

"Kalau kayak Grab dan Gojek saya dukung karena mereka menambah lapangan kerja. Tapi yang e-commerce harus hati-hati karena banyak menjual produk impor sedangkan produk dari UMKM hanya sedikit. Padahal barang-barang impor ini yang bisa membuat cadangan devisa kita tergerus," ucapnya.

Dia melanjutkan, dengan memperbanyak penjualan produk dari UMKM akan membuat Indonesia tidak hanya mengambil bagian dari revolusi industri 4.0 tapi juga berupaya untuk tidak melulu menjadi konsumen dari produk negara lain.

"Bagus untuk kita ambil bagian tapi harus diperhatikan agar bangsa kita bisa menjadi produsen juga bukan hanya konsumen," tuturnya.

Editor : Ranto Rajagukguk

Let's block ads! (Why?)



https://ift.tt/2UvkOAA
March 12, 2019 at 07:09PM

Bagikan Berita Ini

0 Response to "HT: RI Harus Aktif Ambil Bagian dalam Industri 4.0, tapi Hati-Hati"

Post a Comment

Powered by Blogger.