Search

Ribuan Demonstran Rompi Kuning Jarah Toko Mewah dan Tempat Usaha Paris

PARIS, iNews.id - Ribuan demonstran kembali turun ke jalan-jalan utama di Paris. Mereka menjarah toko-toko dan tempat usaha ternama di kawasan Champs Elysees dan melempari polisi dengan batu.

Para pengunjuk rasa juga membakar toko tas dan dua kios koran di Champs Elysees. Polisi huru hara berusaha membalas dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan aksi kerusuhan terutama di monument Arch de Triomphe.

Namun ada juga demonstrasi damai yang diikuti oleh puluhan ribu orang, yang menunjukkan betapa kompleks dan beragamnya aksi protes massal yang tampaknya tidak punya pimpinan tunggal itu.

Polisi menangkap hampir 240 pengunjuk rasa yang menjarah banyak toko di Champs Elysees dan menghancurkan restoran mewah Fouquet's. Kemudian, restoran khusus yang menyajikan minuman beralkohol ternama di Prancis yang menjadi lokasi di mana Nicolas Sarkozy merayakan kemenangan pemilu presiden 2007, juga dirusak massa.

Beberapa bagian kaca restoran Fouquet’s dihancurkan, dan beberapa bagian juga dibakar. Para demonstran meninggalkan pesan 'Sarkozy merusak segalanya' di dinding luar restoran.

Mengetahui hal itu, Macron langung mempercepat liburan skinya di Pyreness dan kembali ke Paris pada Sabtu malam. Dia langsung menggelar pertemuan krisis dengan para menterinya.

"Kita menegakkan hak konstitusional, tetapi kita mendapati banyak orang ingin merusak republik ini, merusak segala sesuatu dan menghancurkannya, dan berisiko menyebabkan orang terbunuh," ujar Macron, seperti dilaporkan Reuters, Senin (18/3/2019).

Polisi Prancis mengatakan, 42 demonstran, 17 petugas kepolisian, dan seorang petugas pemadam kebakaran terluka. Kementerian Dalam Negeri Prancis memperkirakan 10.000 orang berpartisipasi dalam demonstrasi di Paris, dibandingkan hanya 3.000 orang yang mengikuti aksi pada pekan sebelumnya.

Secara nasional, jumlah demonstrasi mencapai 32.300 orang, dibandingkan dengan 28.600 pada pekan lalu.

Awalnya, para pengunjuk rasa menentang kenaikan pajak bahan bakar dan biaya hidup, kini aksi mereka menargetkan pemerintahan Macron. Selain itu, aksi demonstrasi damai menentang perubahan iklim di Paris juga diikuti lebih dari 36.000 orang. Secara nasional diikuti oleh 145.000 orang.

Pemerintahan Presiden Macron sangat terguncang dengan kerusuhan tersebut. Mereka menyebut para demonstran ingin menggulingkan pemerintahan. Para demonstran umumnya adalah pekerja dengan gaji rendah dan penentang Macron yang dianggap tuli terhadap tuntutan rakyat kecil serta memperhatikan orang kaya semata.

Editor : Nathania Riris Michico

Let's block ads! (Why?)



https://ift.tt/2Y5aJMM
March 18, 2019 at 03:21PM

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Ribuan Demonstran Rompi Kuning Jarah Toko Mewah dan Tempat Usaha Paris"

Post a Comment

Powered by Blogger.