Search

Jelang Pemilu Uni Eropa, Twitter Perketat Aturan Iklan Politik

BERLIN, iNews.id - Twitter pada Selasa (19/2) menyatakan akan memperketat aturan iklan politik di Uni Eropa menjelang pemilihan umum yang akan berlangsung di blok negara itu pada musim semi nanti.

Berdasarkan aturan baru, yang juga akan berlaku di Australia dan India, pengiklan politik harus disertifikasi.

Dilaporkan Associated Press, Rabu (20/2/2019), Twitter mengambil langkah untuk meningkatkan transparansi dengan menetapkan iklan, dalam bentuk 'cuitan promosi' dalam tujuh hari terakhir akan disimpan dalam bank data yang dapat diakses publik.

Nantinya akan terlihat berapa banyak promosi muncul, berapa banyak orang yang melihat, dan demografi orang-orang yang melihatnya.

Facebook dan Google sudah lebih dulu menerapkan sistem serupa menjelang pemilu di Uni Eropa pada Mei mendatang.

Ratusan juta orang diperkirakan akan mengikuti pemilu dengan lebih dari 700 anggota parlemen Uni Eropa tersebut.

Para pengiklan politik dapat mulai mendaftar untuk mendapatkan sertifikasi sesuai aturan iklan Twitter yang lebih ketat itu mulai 11 Maret, dengan menyediakan lebih banyak informasi, seperti foto identitas dan nomor identifikasi perusahaan.

Definisi iklan politik yang ditetapkan Twitter yakni iklan yang disiapkan oleh partai atau kandidat, atau mereka yang mendukung atau menentang seorang kandidat atau partai.

Editor : Nathania Riris Michico

Let's block ads! (Why?)



https://ift.tt/2IpMchF
February 20, 2019 at 04:58PM

Bagikan Berita Ini

Related Posts :

0 Response to "Jelang Pemilu Uni Eropa, Twitter Perketat Aturan Iklan Politik"

Post a Comment

Powered by Blogger.