
TEHERAN, iNews.id - Presiden Iran Hassan Rouhani menyebut pernyataan Presiden Donald Trump yang ingin mempertahankan kehadiran pasukan Amerika Serikat (AS) di Irak untuk memantau Iran mengungkap 'kebohongan' negara itu tentang perang melawan terorisme.
"Anda mengatakan Anda tinggal di Irak untuk mengawasi Iran, sementara sebelumnya Anda mengatakan AS akan tinggal di sana untuk memerangi terorisme. Sangat menyenangkan bahwa Anda (Trump) dengan jujur mengekspresikan diri Anda!" ucap Rouhani.
"Anda berada di Afghanistan untuk tujuan yang sama. Anda ingin mengawasi, baik itu Iran atau Rusia dan China," sambungnya, seperti dilaporkan Sputnik, Rabu (6/2/2019).
Rouhani merujuk pada wawancara Trump baru-baru ini dengan CBS News "Face the Nation". Dalam wawancara itu, Trump mengatakan AS memiliki pangkalan militer yang sangai bagus di Irak, yang ingin dia pertahankan agar dapat mengawasi Iran.
Rouhani juga membantah ucapan Trump dengan mengatakan AS tidak punya izin menggunakan Irak sebagai pos pemantau.
Mantan Perdana Menteri Haider Al Abadi, tokoh dalam politik Irak yang relatif dianggap pro AS, juga dengan tajam menolak pernyataan Trump.
"Irak seharusnya tidak digunakan sebagai papan pegas untuk menyerang tetangganya. Kami bukan proksi dalam konflik di luar kepentingan bangsa kami," ungkapnya.
Trump mengambil sikap keras terhadap Iran, menuduh Iran menyebarkan kekacauan di seluruh kawasan lewat kaki tangannya di Irak dan negara lain.
Rouhani mengatakan AS tidak akan pernah menguasai Iran lagi sebagaimana sebelum revolusi Iran pada 1979 ketika negara itu masih di bawah pemerintah kerajaan yang didukung AS.
"Sudah tidak mungkin bagi Amerika untuk membawa Iran kembali ke keadaan 40 tahun lalu. Iran tidak akan pernah mundur lagi ke era di bawah dominasi Amerika,” kata Rouhani, seperti dikutip Associated Press.
Editor : Nathania Riris Michico
http://bit.ly/2WKmKXy
February 07, 2019
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Presiden Rouhani: Komentar Trump soal Irak Ungkap Kebohongan AS"
Post a Comment