Search

Sri Lanka Perketat Pemantauan di Masjid-Masjid Pascaserangan Bom Paskah

KOLOMBO, iNews.id - Pemerintah Sri Lanka memperketat pemantauan terhadap masjid-masjid pascaaksi bom bunuh diri di enam hotel dan gereja yang menewaskan 258 orang pada 21 April 2019. Aksi bom bunuh diri menyasar tiga hotel berbintang lima di Kolombo serta tiga gereja di beberapa kota saat jamaah merayakan Paskah.

Kalangan masjid diperintahkan untuk membantu membasmi kelompok ekstrimis. Tak hanya itu, para penceramah diminta menyerahkan kopian materi khotbah mereka.

Kementerian Urusan Agama Islan dan Kebudayaan menyatakan, masjid tidak boleh dijadikan tempat untuk membuat jamaah menjadi radikal.

"Mengingat situasi yang berlaku di negara itu, kementerian mengarahkan semua pengurus masjid untuk tidak terlibat atau mengizinkan pertemuan untuk mempromosikan atau menyebarkan kebencian atau ekstremisme dalam bentuk apa pun," bunyi pernyataan kementerian, dikutip dari AFP, Sabtu (11/5/2019).

Semua masjid diminta bekerja sama dengan menyerahkan semua kopian khotbah para peceramah.

Satu kelompok militan Sri Lanka Jamaah Tauhid Nasional (NTJ) disebut telah mengucapkan janji setia kepada ISIS. Mereka dituduh berada di balik pengeboman di Kolombo dan kota lain.

Sejak serangan, pihak keamanan menggerebek beberapa lokasi di seluruh negeri untuk memburu para tersangka.

Sampai saat ini setidaknya 56 orang ditahan. Selain itu pihak berwenang mengusir 200 ulama dari berbagai negara dengan cara tak memperpanjang masa berlaku visa mereka.

Polisi Sri Lanka telah menangkap dan membunuh semua orang yang dianggap bertanggung jawab atas serangan itu. Meski demikian mereka masih mewaspadai potensi serangan susulan.

Editor : Anton Suhartono

Let's block ads! (Why?)



http://bit.ly/2PX7ByZ
May 11, 2019 at 10:12PM

Bagikan Berita Ini

Related Posts :

0 Response to "Sri Lanka Perketat Pemantauan di Masjid-Masjid Pascaserangan Bom Paskah"

Post a Comment

Powered by Blogger.