
JAKARTA, iNews.id - Anak muda sekarang dinilai mengalami pergeseran orientasi. Anak muda saat ini lebih berpikir materialis.
CEO Alvara Research Institute, Hasanudin Ali mengatakan, era 1998 orientasi anak muda, khusunya di kampus-kampus lebih dominan kepada orientasi kebangsaan. Perubahan orientasi tersebut dipengaruhi oleh perkembangan zaman.
"Kalau dulu kita seringkali dihadapkan dengan situasi, maka menyuarakan kebangsaan pembelaan terhadap kelompok-kelompok tertindas," ujar Hasanudin di acara Polemi MNC Trijaya bertajuk, Pemuda Mana Suaramu? di Jakarta, Sabtu (11/5/2019).
Menurutnya, orientasi anak muda sekarang lebih kepada mencapai hidup mapan. Misalnya, memiliki rumah, mobil dan pekerjaan dengan gaji tinggi. "Saya melihat anak muda sekarang ini bukan lagi bicara kebangsaan, tapi lebih kepada materialis," ucapnya.
BACA JUGA:
Tuduhan Makar, Kivlan Zen Dicegah ke Luar Negeri
Eggi Sudjana Tersangka Makar, Kubu Prabowo Ungkit Peristiwa 98
Persoalan ini, kata dia juga dipengaruhi kondisi internal kampus. Para mahasiswa dipaksa lulus dalam waktu 3,5 sampai 4 tahun.
Kondisi tersebut menyebabkan tingkat kematangan karakter anak muda kurang maksimal. Lulus dari kampus orientasi mereka langsung mencari kerja dengan harapan meraih gaji tinggi.
"Jadi memang orientasi idealisme itu langka sekali. Sekarang kita mencari aktivis itu langka sekali," katanya.
Editor : Kurnia Illahi
http://bit.ly/2PWXIBn
May 11, 2019 at 06:40PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Orientasi Anak Muda Dinilai Alami Pergeseran, Sekarang Aktivis Langka"
Post a Comment