Search

8 Tahun Setelah Kematian Osama bin Laden, Dimana Al Qaeda?

WASHINGTON, iNews.id - Delapan tahun telah berlalu sejak Osama bin Laden, pendiri Al Qaeda, tewas dalam sergapan tentara Amerika Serikat (AS) di Abbottabad, Pakistan.

Organisasi yang dipimpin bin Laden pernah dianggap sebagai kelompok jihadis yang paling mematikan di dunia. Mereka menggerakkan ribuan orang yang siap bertempur. Al Qaeda juga diyakini memiliki sumber pendanaan yang besar.

Namun seiring kematian bin Laden dan kemunculan ISIS, kekuatan dan pengaruh Al Qaeda secara perlahan melemah.

Jadi seberapa kuat pengaruh kelompok ini sekarang, dan ancaman apa yang mereka bisa lancarkan untuk menganggu keamanan global?

Bangkit diam-diam

Ketika ISIS mendominasi pemberitaan media massa di seluruh dunia selama beberapa tahun terakhir, Al Qaeda menjalankan strategi untuk membangun dan memimpin aliansi dengan kelompok lain. Mereka melakukan ini secara diam-diam.

Dalam laporan terbarunya, Badan Intelijen Nasional AS mengingatkan bahwa pimpinan Al Qaeda tengah memperkuat jejaring komando global. Al Qaeda juga disebut terus mendorong serangan terhadap AS dan negara barat lainnya.

PBB, dalam laporan tentang ancaman terorisme global yang terbit awal 2019, menyebut Al Qaeda muncul dengan ambisi yang lebih besar.

"Kelompok itu tetap kuat dan aktif di beberapa wilayah, serta berambisi untuk lebih menancapkan pengaruh di dunia internasional," demikian laporan PBB, seperti dikutip BBC, Selasa (7/5/2019).

Februari lalu, pimpinan badan telik sandi Inggris, Alex Young, juga menggarisbawahi potensi ancaman kebangkitan Al Qaeda.

Jaringan kerja sama

Operasi militer sengit AS yang berbasis pesawat nirawak, pimpinan yang dibunuh, hingga tantangan dari ISIS memaksa Al Qaeda menerapkan taktik baru.

Mereka berhasil mengembangkan kerja sama baru atau 'membuka cabang' di Afrika, Timur Tengah, dan Asia bagian selatan.

Koalisi baru mereka adalah kelompok milisi lokal yang berakar kuat di masyarakat setempat dan telah berjanji setia pada kepemimpinan Al Qaeda.

Tidak seperti ISIS, Al Qaeda secara hati-hati tidak mengasingkan penduduk setempat. Bagian dari strategi baru mereka adalah membangun kerja sama lokal dan ikut serta dalam proyek pengembangan masyarakat.

Pada 2013, Al Qaeda menerbitkan 'Panduan Umum Berjihad' yang memperkenalkan pembaruan besar di dalam organisasi mereka.

Dokumen itu menekankan pendekatan berbasis masyarakat yang lebih terkendali. Mereka memerintahkan simpatisan untuk menghindari perbuatan yang berpotensi memicu pemberontakan massa.

"Al Qaeda memutuskan untuk fokus pada isu lokal, seperti korupsi atau marginalisasi, lalu menyelipkannya ke agenda jihad berskala global," kata Elisabeth Kendall, peneliti senior di Pembroke College, Oxford.

"Dengan begitu, mereka bertindak sebagai 'penyelamat' warga lokal dan menempatkan diri mereka sebagai 'orang baik-baik yang berjihad', yang bertolak belakang dengan ISIS yang brutal," ujar Kendall.

Al Qaeda secara stabil meningkatkan serangan melalui sejumlah cabang dan kolega mereka. Selama 2018, mereka melancarkan 316 serangan di seluruh dunia, merujuk data The Armed Conflict Location & Event Data Project.

Pemimpin masa depan?

Pada pidatonya tahun 2015, pimpinan Al Qaeda saat ini, Ayman Al Zawahiri, memperkenalkan lelaki muda sebagai sosok agresif dan berbahaya dari jaringan teroris yang dibangun bin Laden.

Pria muda itu bernama Hamza bin Laden, putra Osama yang dikenal luas sebagai pimpinan masa depan organisasi itu.

AS secara resmi telah memasukkan Hamza ke daftar teroris internasional. AS menawarkan imbalan sebesar 1 juta dolar AS atau sekitar Rp14 miliar bagi orang yang membocorkan keberadaannya.

Lelaki berusia 30 tahun itu dipromosikan sebagai bintang terang oleh situs berita pendukung Al Qaeda. Mereka berharap Hamza mampu menginspirasi generasi baru jihadis dan menyegarkan kembali Al Qaeda.

Dalam beberapa tahun terakhir, Hamza merilis pesan audio dan video yang mendorong pengikutnya menyerang AS dan negara barat sebagai balasan atas kematian Osama.

"Berakhirnya kekhalifahan ISIS mendorong jaringan Al Qaeda untuk lebih bijaksana dan cerdas terkait operasi mereka," kata Lina Khatib, koordinator isu Timur Tengah dan Afrika Barat di lembaga kajian Chatham House.

"Al Qaeda sekarang lebih bergantung pada pimpinan yang pandai bersiasat. Ini membuat Hamza bin Laden meraup dukungan untuk menggantikan ayahnya," kata Khatib.

Editor : Nathania Riris Michico

Let's block ads! (Why?)



http://bit.ly/2PYN8dj
May 07, 2019 at 05:08PM

Bagikan Berita Ini

Related Posts :

0 Response to "8 Tahun Setelah Kematian Osama bin Laden, Dimana Al Qaeda?"

Post a Comment

Powered by Blogger.