
WASHINGTON, iNews.id - Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China semakin tidak pasti setelah negosiasi selalu berujung deadlock. Hubungan kedua negara semakin memanas setelah batas waktu akhir yang ditetapkan April sudah lewat.
Dilansir Bloomberg, Sabtu (11/5/2019), Presiden AS Donald Trump memastikan menerapkan tarif tambahan 25 persen terhadap barang dari China setelah kedua negara tidak mencapai titik temu hingga akhir bulan lalu. Namun, dia memberikan kesempatan kepada China selama satu bulan untuk menyelesaikan negosiasi.
Saat ini, Washington dan Beijing kembali bernegosiasi setelah Trump mengungkapkan China membatalkan kesepakatan awal yang telah dibangun. Trump pun menyebut, negosiasi ulang ini cukup konstruktif.
"Hubungan Presiden (China) Xi (Jinping) dan saya tetap kuat, dan pembicaraan masa depan terus berlanjut," kata Trump.
Vice Premier China, Liu He mengatakan, China memiliki waktu antara tiga hingga empat pekan untuk menyepakati perjanjian yang dibuat nantinya. Jika tidak, AS akan menerapkan tarif tambahan 25 persen lanjutan untuk produk China senilai 325 miliar dolar AS.
Kepala Perwakilan Perdagangan AS, Robert Ligthizer menyebut, pemerintahannya akan merilis rincian daftar barang yang akan dikenakan tarif tambahan pada Senin pekan depan. Hal ini sesuai perintah Trump soal tarif tambahan 25 persen untuk 300 miliar dolar AS.
Editor : Rahmat Fiansyah
http://bit.ly/2VtB0qH
May 11, 2019 at 11:50PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Negosiasi Dagang Buntu, AS Dikabarkan Ultimatum China Sebulan untuk Sepakat"
Post a Comment