
JAKARTA, iNews.id, - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Indra Iskandar sebagai saksi untuk tersangka Bowo Sidik Pangarso. Indra dicecar seputar keanggotaan dan kegiatan Bowo Sidik di Komisi VI DPR.
Tiga jam diperiksa, Indra mengaku penyidik menggali keterangan terkait risalah rapat politikus Partai Golkar itu selama menjadi anggota DPR. Penyidik juga menanyakan absensi Bowo selama berkantor di Senayan.
"(Penyidik) mengonfirmasi menyangkut absensi rapat pada laporan singkat komisi VI DPR yang rapat itu dipimpin Pak Bowo yang dihadiri beberapa BUMN," kata Indra di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (16/5/2019).
BACA JUGA: KPK Temukan Pemberi Suap Rp6,5 Miliar ke Bowo Sidik
Dia menjelaskan, sebanyak 18 dokumen risalah rapat terkait Bowo Sidik disita penyidik KPK. Risalah rapat itu yang dipimpin atau dihadiri Bowo Sidik.
Seperti diketahui, KPK menangkap Bowo Sidik dan menyita 84 kardus berisi uang dalam 400.000 amplop bernilai Rp8 miliar. Uang itu diduga untuk serangan fajar jelang Pemilu 2019. Bowo merupakan caleg DPR dari Partai Golkar.
Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp6,5 miliar dalam amplop terkait gratifikasi. Sedangkan uang Rp1,5 miliar lainnya diduga di dapat Bowo dari Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Asty Winasti.
KPK menduga Bowo telah menerima fee (jatah suap) dari PT HTK sebanyak enam kali penerimaan sejumlah Rp221 juta dan 85.140 dolar Amerika. Uang itu lalu diubah menjadi pecahan Rp20.000 dan Rp50.000.
Atas perbuatannya, Bowo dikenakan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.
Editor : Zen Teguh
http://bit.ly/2JKwSeQ
May 17, 2019 at 10:01AM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "KPK Sita 18 Dokumen Risalah Rapat Tersangka Bowo Sidik"
Post a Comment