
NEW YORK, iNews.id - Harga minyak naik di tengah perdagangan yang fluktuatif pada Senin (6/5/2019) waktu setempat. Kenaikan harga minyak dipicu meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Mengutip Xinhua, Selasa (7/5/2019), minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni naik 0,31 dolar AS menjadi 62,25 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli naik 0,39 dolar AS menjadi 71,24 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. Kenaikan harga minyak sejalan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran.
Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton mengatakan pada Minggu bahwa negaranya mengerahkan kapal induk dan satuan tugas pembom ke Timur Tengah untuk memberi pesan ke Iran. Tujuannya tak lain agar negara tersebut tidak mengurusi kepentingan AS.
"Untuk mengirim pesan yang jelas bahwa setiap serangan terhadap kepentingan Amerika Serikat atau terhadap sekutu kita akan tanggapi dengan kekuatan yang tak henti-hentinya," kata Bolton.
Langkah itu dilakukan setelah pemerintahan Trump memperketat sanksi energi pada Iran dalam upaya menekan ekspor minyak negara itu ke nol. Gedung Putih mengumumkan pada 22 April bahwa Washington tidak akan lagi memberikan keringanan kepada negara-negara yang membeli minyak mentah Iran. Keputusan itu telah memicu kekhawatiran yang dapat menyebabkan harga minyak dan bahan bakar minyak (BBM) menjadi lebih tinggi.
Setelah keluar dari kesepakatan nuklir Iran pada Mei tahun lalu, pemerintah AS terus melakukan tekanan melalui serangkaian sanksi dan instruksi, yang telah sangat ditentang dan dikritik oleh Teheran.
Editor : Ranto Rajagukguk
http://bit.ly/2LssELn
May 07, 2019 at 03:19PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Ketegangan Geopolitik Meningkat, Harga Minyak Melonjak"
Post a Comment