
LONDON, iNews.id - Bek Chelsea Gary Cahill mengucapkan salam perpisahan setelah tampil di Stamford Bridge, ketika timnya mengalahkan Watford 3-0 pada lanjutan Premier League, Minggu (5/5/2019) malam.
Laga itu berpeluang menjadi perpisahan Cahill, yang meninggalkan Chelsea karena kontraknya habis di akhir musim ini. Semenjak ditangani Maurizio Sarri, Cahill memang jarang mendapat peluang untuk bermain.
Dia hanya diberi kesempatan hanya tampil di tujuh laga. Saat menghadapi Watford, Cahill dimainkan pada menit ke-89, menggantikan David Luiz. Hal itu membuatnya bahagia, karena bisa tampil dihadapan pendukungnya.
Pemain berusia 33 tahun itu kemungkinan tak akan tampil lagi pada leg kedua Liga Europa lawan Eintracht Frankfurt, Jumat (19/5/2019) dini hari WIB, dan laga terakhir Premier League melawan Leicester City, Minggu (12/5/2019) malam. Jika Chelsea lolos ke final Liga Europa, Cahill sepertinya juga tak akan diturunkan
“Rasanya menyenangkan bisa bermain dan mengucapkan selamat tinggal, serta berterima kasih kepada penggemar atas karier yang luar biasa ini. Saya menghargai klub ini karena telah memberikan peluang untuk tampil maksimal serta memperebutkan piala,” katanya di laman resmi Chelsea.
Cahill bergabung dengan Chelsea pada 2012, setelah tampil apik dengan Bolton Wanderers. Sejak itu, pemain didikan Aston Villa tersebut selalu menjadi pilihan utama. Setelah John Terry pensiun, ban kapten Si Biru pun jatuh ke tangannya.
Namun, Sarri lebih senang menduetkan Antonio Ruediger dan David Silva di sentral pertahanan. Ketika salah satu di antara keduanya absen, pelatih asal Italia tersebut lebih memilih Andreas Christensen.
Meski begitu, Cahill telah tampil 288 kali bersama Chelsea dan membuat 25 gol. Dia mengaku tak akan bisa melupakan apa yang sudah dilaluinya bersama tim milik Roman Abramovich itu. “Kami sudah bermain cukup bagus selama bertahun-tahun. Saya akan selalu mengenang pengalaman ini,” ujarnya.
Sejumlah gelar telah diberikan Cahill untuk Chelsea, antara lain dua gelar Premier League (2014/2015 dan 2016/2017), satu gelar Piala FA dan Piala Liga, serta satu gelar Liga Champions dan Liga Europa. Dia menyebut final Liga Champions 2012 di Munich menjadi momen terbaiknya selama berkarier di Chelsea.
“Tentunya laga Liga Champions di Munich sangat indah. Saya menjadi bagian dari tim dan mengantarkan Chelsea meraih gelar Liga Champions untuk pertamna kalinya. Momen terbaik kedua adalah titel Premier League pertama yang saya raih,” tutur Cahill.
Cahill dikabarkan sempat mendapat tawaran untuk melanjutkan kariernya dari dua klub besar Italia, AC Milan dan Juventus. Namun, kabarnya dia telah menolak tawaran tersebut.
Editor : Haryo Jati Waseso
http://bit.ly/2LqiVFm
May 07, 2019 at 05:53AM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Dimainkan Lawan Watford, Gary Cahill: Selamat Tinggal"
Post a Comment