Search

Bawang Putih Masih Mahal, Ekonom Prediksi karena Terkendala Distribusi

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mematok harga eceran tertinggi (HET) bawang putih sebesar Rp32.000 per kilogram. Hal ini untuk menurunkan harga bawang putih.

Pemerintah juga meminta importir memasok bawang putih ke pasar. Hingga 8 Mei 2019, pemerintah telah menambah pasokan bawang putih impor sebanyak 375,8 ton ke pasar lewat operasi pasar (OP) di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Riau, Jambi, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Lampung, Bengkulu, dan Kalimantan Timur.

Hal tersebut hingga kini belum berdampak pada penurunan harga bawang putih yang masih di atas Rp50.000 per kg. Berdasarkan Info Pangan Jakarta, bawang putih hari ini dijual seharga Rp54.382 per kg.

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Muhammad Faisal mengatakan, kedua upaya pemerintah tersebut mestinya mampu menurunkan harga bawang putih. Pasalnya, harga yang melambung tinggi itu disebabkan oleh pasar kekurangan suplai bawang putih.

"(Penetapan HET) kalau diikuti dengan peningkatan suplai baik dari dalam negeri maupun impor, baru bisa mengatasi permasalahan. Karena impor sudah jalan, jadi mestinya HET sudah lebih mendekati harga pasar," ujarnya saat dihubungi, Minggu (12/5/2019).

Jika harga bawang putih belum juga turun bisa disebabkan karena perbedaan logistik di berbagai daerah di Indonesia. Indonesia yang memiliki wilayah yang luas membuat proses distribusi cukup memakan waktu.

"Ini bisa jadi karena daerah Indonesia satu sama lain itu logistiknya tidak sama jadi harga tiap daerah bisa berbeda, bisa tinggi bisa rendah," kata dia.

Pasalnya, pedagang tidak mungkin mau menjual rugi sesuai HET jika nyatanya pasokan bawang putih memang kurang.  Dengan demikian, harga bawang putih akan turun seiring dengan pulihnya ketersediaan bawang putih di pasaran.

Namun, jika harga tak kunjung turun juga, ada kemungkinan terjadi spekulasi dengan memanfaatkan situasi ini untuk menjual bawang lebih mahal meskipun pasokan mulai banyak. Hal inilah yang menjadi fungsi dari ditetapkannya HET oleh pemerintah.

"Kalau harga pasar lebih rendah, dan jual di atas het berarti ada yang sengaja mempermainkan harga," ucapnya.

Editor : Ranto Rajagukguk

Let's block ads! (Why?)



http://bit.ly/2LMzxay
May 13, 2019 at 01:01AM

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Bawang Putih Masih Mahal, Ekonom Prediksi karena Terkendala Distribusi"

Post a Comment

Powered by Blogger.