
NEW YORK, iNews.id – Kurs dolar Amerika Serikat (AS) memperpanjang kerugian terhadap mayoritas mata uang pada akhir perdagangan Kamis (9/5/2019) waktu setempat karena para pelaku pasar mencermati sejumlah data ekonomi utama.
Mengutip Xinhua, Jumat (10/5/2019), indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,25 persen menjadi 97,3753 pada akhir perdagangan.
Defisit perdagangan AS melebar menjadi 50 miliar dolar AS pada Maret, naik 1,5 persen bulan ke bulan. Sementara itu, dalam pekan yang berakhir 4 Mei, klaim pengangguran awal AS mencapai 228.000, turun 2.000 dari tingkat yang tidak direvisi minggu sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja melaporkan.
Ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memperkirakan klaim baru mingguan akan berjumlah 218.000.
Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1224 dolar AS dari 1,1192 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,3023 dolar AS dari 1,3005 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,6994 dolar AS dari 0,6989 dolar AS.
Dolar AS dibeli 109,69 yen Jepang, lebih rendah dari 110,14 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 1,0147 franc Swiss dari 1,0200 franc Swiss, dan jatuh ke 1,3463 dolar Kanada dari 1,3474 dolar Kanada.
Editor : Ranto Rajagukguk
http://bit.ly/2VgIzfr
May 10, 2019 at 03:03PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Investor Cermati Data Ekonomi Terbaru, Dolar AS Perpanjang Pelemahan"
Post a Comment