
ANKARA, iNews.id - Turki melancarkan serangan ke wilayah timur laut Suriah yang dikuasai Kurdi pada Rabu (9/10/2019). Serangan dimulai dengan pengeboman melalui udara, disusul dengan operasi dari darat.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melalui Twitter mengumumkan dimulainya serangan pada Rabu siang setelah jet-jet tempur dan artileri menargetkan posisi Kurdi di sepanjang perbatasan, memaksa ribuan warga sipil meninggalkan rumah mereka. Kemudian pada sore hari dimulai operasi darat.
Baca Juga: Turki Kerahkan Puluhan Kendaraan Tempur di Perbatasan Suriah
Lembaga Pemantau HAM Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) yang berbasis di Inggris menyatakan, serangan tersebut menewaskan 16 milisi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi. SOHR dan SDF melaporkan terjadi pertempuran sengit di dekat kota Tel Abad.
SDF mendesak komunitas internasional untuk memberlakukan zona larangan terbang demi melindungi wilayahnya dari potensi krisis kemanusiaan.
Baca Juga: Trump Tegaskan AS Tak Telantarkan Pasukan Kurdi di Suriah
Kementerian Pertahanan Turki menyatakan di Twitter sejauh ini pasukannya telah menyerang 181 target kelompok teroris Kurdi.
Serangan ini juga memicu kecaman internasional dan memaksa Dewan Keamanan (DK) PBB menggelar pertemuan darurat hari ini. Sementara itu Liga Arab pada Rabu malam mengumumkan akan mengadakan pertemuan darurat di Kairo pada 12 Oktober untuk membahas situasi terakhir.
Juru bicara salah satu kelompok militan Suriah pro-Turki mengatakan, operasi darat dimulai di Tal Abad, ditandai dengan masuknya pasukan khusus serta kendaraan lapis baja ke beberapa titik di sepanjang perbatasan.
Serangan berlangsung setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penarikan militernya dari perbatasan Turki-Suriah. AS selama ini mendukung milisi Kurdi, namun untuk menyerang kelompok ISIS.
Baca Juga: Trump Beri Lampu Hijau Turki Serang Suriah, tapi...
Penarikan pasukan sekaligus mengakhiri aliansi AS dengan pasukan Kurdi yang selama 5 tahun bekerja sama melawan ISIS.
Namun Trump mengancam Turki jika operasi dilakukan secara berlebihan maka AS akan menjatuhkan sanksi yang bisa menghancurkan perekonomian negara.
Sementara itu Erdogan menjelaskan, serangan yang diberi nama 'Operation Peace Spring' ini diperlukan untuk mengekang kekuatan SDF karena hubungannya dengan pemberontak Kurdi di Turki.
Dia juga menginginkan pembentukan 'zona aman' di sisi perbatasan Suriah di mana Turki dapat memulangkan 3,6 juta pengungsi yang menyeberang ke negaranya sejak perang saudara pecah 8 tahun lalu.
Editor : Anton Suhartono
https://ift.tt/321EcsN
October 10, 2019 at 07:46AM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Turki Serang Suriah, Dunia Bereaksi"
Post a Comment