SEOUL, iNews.id - Korea Utara (Korut) menyatakan pihaknya tidak memiliki niat melanjutkan perundingan nuklir kecuali Amerika Serikat (AS), kecuali negara pimpinan Donald Trump itu mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri permusuhan.
Hal itu ditegaskan Korut sehari setelah perundingan dengan AS di Swedia gagal.
Pembicaraan di Swedia dilakukan menyusul kebuntuan selama berbulan-bulan usai pertemuan pada Februari antara pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Trump.
Pembicaraan itu terjadi setelah Korut melakukan uji coba rudal balistik yang diluncurkan dari laut pada Rabu (2/10/2019).
BACA JUGA: AS Bantah Klaim Korut yang Sebut Perundingan Nuklir Gagal
Korea Utara menolak perundingan di Swedia dengan menyatakan kecewa atas kurangnya solusi baru dan kreatif yang ditawarkan oleh AS. AS bersikeras akan bertemu lagi dengan delegasi Korut dalam dua pekan ke depan.
Namun, seorang juru bicara kementerian luar negeri Korut mengatakan, klaim AS tentang pertemuan lain tidak ada.
"Kami tidak memiliki niat mengadakan perundingan yang memuakkan seperti apa yang terjadi saat ini, sebelum AS mengambil langkah besar untuk melakukan penarikan penuh kebijakan permusuhan terhadap DPRK," katanya, merujuk pada naman resmi Korut, seperti dilaporkan AFP, Senin (7/10/2019).
Dalam sebuah pernyataan yang dibawa oleh Kantor Berita Pusat Korea Utara, juru bicara itu memperingatkan bahwa kesepakatan mereka akan segera berakhir jika AS tetap menggunakan 'buku pedomannya' yang lama.
"Nasib dialog DPRK-AS di masa depan tergantung pada sikap AS, dan akhir tahun ini adalah batas waktunya," tandasnya.
Editor : Nathania Riris Michico
https://ift.tt/2IsjB9e
October 07, 2019 at 07:39AM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Korut: Tak Ada Perundingan Nuklir kecuali AS Hentikan Kebijakan Bermusuhan"
Post a Comment