
RIYADH, iNews.id - Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) memperingatkan pihak yang memanfaatkan kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi untuk kepentingan politik.
Khashoggi dibunuh lalu dimutilasi di kantor konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018 dan hingga kini jasadnya belum diketahui. Kontributor The Washington Post itu meninggalkan Saudi sejak 2017 lalu tinggal di Amerika Serikat terkait sikap kritisnya terhadap MBS.
"Meninggalnya Jamal Khashoggi merupakan kejahatan sangat menyakitkan. Setiap pihak yang mengeksploitasi kasus ini secara politis harus berhenti melakukannya dan mengajukan bukti ke pengadilan (Saudi), ini akan berkontribusi dalam mencapai keadilan," kata MBS, dalam wawancara dengan surat kabar Asharq Al Awsat, yang terbit Minggu (16/6/2019).
Penyataan tersebut tampaknya ditujukan kepada Turki yang sejak awal mencurigai keterlibatan MBS dalam pembunuhan sadis ini.
Turki menolak menyerahkan bukti-bukti hasil penyelidikan kepada pemerintah Saudi. Sebaliknya, negara itu mendesak Saudi menyerahkan para terduga pelaku pembunuhan, yakni kalangan intelijen, untuk diadili di Istanbul.
Di sisi lain, MBS berharap hubungan Saudi dengan negara Islam, termasuk termasuk Turki, semakin kuat.
Hubungan Turki dengan Saudi memburuk sejak kasus yang menghebohkan dunia ini mencuat.
Badan intelijen AS, CIA, sebelumnya menyebut ada kemungkinan pembunuhan diperintah oleh MBS, namun Saudi membantah tuduhan itu.
Jaksa penuntut Saudi membebaskan MBS dari tuduhan keterlibatan tersebut dan memproses hukum belasan anggota intelijen yang terlibat pembunuhan. Sebanyak 11 orang sudah menjalani preses pengadilan, lima di antaranya terancam hukuman mati.
Editor : Anton Suhartono
http://bit.ly/2wWqwS0
June 16, 2019 at 06:38PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Pangeran Saudi MBS Peringatkan Pihak yang Memanfaatkan Kasus Jamal Khashoggi"
Post a Comment