
CHICAGO, iNews.id - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup sedikit lebih tinggi pada Jumat (14/6/2019) waktu setempat setelah menyerahkan sebagian besar keuntungan sebelumnya karena ketegangan di Timur Tengah.
Mengutip Xinhua, Sabtu (15/6/2019) kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus naik 0,80 dolar AS, atau 0,06 persen, menjadi 1.344,50 dolar AS per ounce.
Dua kapal tanker minyak dilaporkan ditabrak pada Kamis di Teluk Oman di lepas pantai Iran. Teheran telah membantah peran apa pun dalam serangan yang dituduhkan itu, tetapi Washington menyalahkan Iran, sementara Moskow menyerukan agar jangan melakukan tuduhan terburu-buru.
Ketegangan dalam dua sesi terakhir mendorong emas, aset safe-haven. Namun, emas berjangka memberikan banyak kenaikan sebelumnya pada hari Jumat karena dolar AS menguat.
Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,54 persen menjadi 97,54 tak lama sebelum penyelesaian emas.
Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah. Ketika dolar naik, itu akan menekan emas, dihargai dalam dolar, membuat emas batangan lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain.
Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 8,9 sen, atau 0,6 persen menjadi ditutup pada 14,803 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 4,70 dolar AS, atau 0,58 persen, menjadi 804,70 dolar AS per ounce.
Editor : Ranto Rajagukguk
http://bit.ly/2Zkv9Bo
June 15, 2019 at 05:49PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Emas Berjangka Melonjak di Tengah Ketegangan Geopolitik Timur Tengah"
Post a Comment