
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membahas tindakan "memfitnah" Iran. Hal itu dikonfirmasi Gedung Putih, usai Inggris menuding kapal tankernya hampir dirampas oleh Iran di Teluk, Kamis (11/7/2019).
"Kedua pemimpin membahas kerja sama antara Amerika Serikat dan Israel dalam memajukan kepentingan keamanan nasional bersama, termasuk upaya untuk mencegah tindakan memfitnah Iran di kawasan itu," kata Wakil Sekretaris Pers, Judd Deere, seperti dilaporkan AFP, Jumat (12/7/2019).
Trump dan Netanyahu berbicara lewat telepon, iikuti oleh ancaman Trump untuk meningkatkan sanski terhadap Iran secara substansial, setelah Republik Islam itu mengumumkan telah melanggar batas cadangan pengayaan uranium yang diatur dalam Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) atau yang dikenal dengan perjanjian nuklir 2015.
Netanyahu membenarkan adanya pembicaraan itu dan mencuit bahwa dirinya dan Trump membahas perkembangan regional dan masalah keamanan di Teluk.
"Yang terpenting di antara ini semua adalah Iran. Saya berterima kasih kepada Presiden Trump atas niatnya untuk meningkatkan sanksi terhadap Iran," cuit Netanyahu.
Kesepakatan yang dicapai antara kekuatan-kekuatan dunia dalam perjanjian nuklir 2015 itu menjanjikan keringanan sanksi bagi Iran dengan imbalan negara itu mengekang program nuklirnya.
Namun Iran menyatakan kehilangan kesabaran atas aksi bungkam Eropa, yang dianggap 'masa bodoh' bahkan lebih dari setahun setelah Trump menarik AS keluar dari perjanjian itu dan menjatuhkan kembali sanksi ekonomi.
Editor : Nathania Riris Michico
https://ift.tt/2SdbYXH
July 12, 2019 at 04:57PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Trump dan Netanyahu Bahas Tindakan Iran yang Dianggap 'Memfitnah'"
Post a Comment